Belanja Berhadiah, Jualan Berhadiah

Jelas, semua orang perlu MANDI kan ya. Berarti perlu punya SABUN, ODOL & SAMPO. Sabun mandi, sekarang ada yang bentuk batangan maupun cair, tinggal pilih. Ini pasti ada di kamar mandi.

Abis mandi, beberapa orang ada yang suka pake LOTION atau CREAM. Buat badan, buat muka, tangan, kaki… Biar kulit ga kering, tetap lembab & halus. Apalagi kalo sehari2 banyak berada di ruangan AC, atau bahkan langsung di bawah matahari.

Buat yang kerja di luar rumah, mestinya kudu tampil rapi kan. Harum juga. Perlu DANDAN gitu. Cewe2 pake BEDAK, LIPSTIK & PARFUM. Cowo… parfum doang biasanya, atau deo roll-on.

Itu… coba aja di-list, totalin rupiahnya. BELANJA deh… Di Oriflame, khusus Juli 2014 ini, kalo nyampe 399 ribu rupiah, dapat GRATIS 1 set parfum mini Golden Collection namanya. Isi 3 botol. Cute & wangi!

Tapi kudu MEMBER dulu 😀
Kopi KTP & bayar 49900 aja tuh. Ga susah, ga ribet…
Kayak saya nih, member, trus belanja deh di Oriflame. Mengalihkan belanja bulanan. Hadiahnya seru (y) … yang kalo pun saya ga (sreg) pake sendiri ya saya JUAL (hehe). Lumayan kan, jadi dapat duit 😉
Atau, kadang saya jadiin GIFT. Kalo ada yang ultah gitu misalnya…

SERU deh pokoknya!
Yuk…

Advertisements

Kemampuan yang Terbuang :(

Dalam bus kota dan disuguhi pemandangan pengamen sudah jadi hal yang sangat biasa di Jakarta ini. Dari pengamen serius yang betul-betul menyuguhkan lantunan lagu merdu yang menghibur, sampai pengamen asal jadi, yang alih-alih menghibur, malah bikin sebal.

Tapi tak jarang, ada lho pengamen yang sebenarnya bisa dibilang serius, cuma ‘penampak’annya asal jadi, karena mungkin, merasa serba terkendala ini-itu.

Kemarin sore, saat saya sedang terkantuk2 di dalam bus, bukan ngantuk karena lelah dsb, tapi karena bosan dengan pemandangan macet jalanan. Plus, kebetulan langit sedang teduh, agak mendung, angin pun seolah mengerti kebosanan saya, hingga ditiup-tiuplah ini mata jadi terkantuk-kantuk hahaha…
Masuk seorang laki-laki yang secara perawakan sebenarnya proporsional. Hanya penampilannya kumuh. Dari ujung rambut sampai ujung kaki dekil total. Untung saya duduk agak jauh, hingga tak tercium aroma tak sedap yang sangat mungkin disebarkannya. Pikir saya, pasti bau banget itu orang (maaf).

Dia langsung ambil posisi berdiri dekat pintu, keluarin botol plastik kecil bekas kemasan minuman diet, dan mulai ngamen. Lagunya ‘Sepanjang Jalan Kenangan’, lagu nostalgia. Iringan musiknya dari botol bekas tadi itu, yang rupanya diisi sesuatu hingga jika dikocok menghasilkan bunyi mirip marracas, alat musik asal Amerika Latin, betul?

Suaranya tak terlalu keras, bahkan cenderung menggumam. Tapi karena jalanan sedang macet hingga bus lebih banyak berhenti, saya cukup bisa mendengar jelas nyanyiannya, pun iringan musiknya.
And to my surprise, suaranya bagus lho! Pertama, tangga nadanya benar, ketukannya pas, dan ada vibra!!! Cara dia memainkan ‘marakas’nya pun unik. Seolah tangannya memang dilatih betul untuk bisa menggoyangkan botol sedemikian rupa hingga menemukan iringan yang pas…

Buat saya, itu luar biasa. Bagaimana sebuah penampilan bisa begitu menyembunyikan kemampuan, yang sesungguhnya bisa diasah dan dibuat berkilau! Saya yakin, dari sekian banyak bus yang pengamen itu pernah masuki, nyaris tak ada penumpang yang memperhatikan sedetil saya. Karena saya pun, jika tak sedang dilanda bosan, mungkin juga enggan memperhatikan. Pengamen dekil, pastilah ngamennya asal jadi. Dan bau. Tak ada minat…

Dan ternyata saya keliru.
Sungguh suatu ironi 😦

//

Semoga bermanfaat…

Mengartikan kata pasrah, betul jika segala sesuatunya ‘terserah’ kehendak Allah. Tapi pasti bukan karena kita manusia lantas berpangku tangan menunggu nasib, menunggu datangnya rezeki.
Hari-hari yang kita jalani harus penuh dengan bekerja. Memutar otak, membanting tulang, menimba ilmu, dan menghasilkan karya.

Tapi mengartikan itu semua bukan lantas berkontradiksi dengan pasrah. Karena bekerja dsb bukan berarti tidak pasrah. Justru, dengan bekerja, kita mensyukuri nikmat Allah. Karena Dia sudah begitu pemurah dengan memberi kita umur (panjang). Sudah begitu penyayang dengan memberi kita kesempatan berpikir dan berkarya.

Kita bekerja sekuat tenaga pun bukan karena hendak memaksakan keinginan agar dikabulkan Allah. Tapi lebih kepada berterimakasih telah diberi banyak bekal hidup yang bisa dimanfaatkan tuk kebaikan dunia, bahkan akhirat.

Kenikmatan dunia identik dengan materi, dengan uang. Subhanallah, ada begitu banyak uang yang Allah sebarkan di bumi ini. Untuk apa? Untuk kita manfaatkan tentu. Untuk kebaikan umat.
Tapi uang tidak datang begitu saja. Uang datang sebagai penyeimbang kerja. Semakin keras kita bekerja, bisa semakin deras uang datang. (Hingga lantas terjadi pergeseran makna bekerja, bergeser pula manusia memaknai uang. Sangat disayangkan 😦 )

Sesungguhnya, bukan uang yang jadi tujuan dari bekerja. Tapi uang bisa jadi pengukur, sudah seberapa keras kita bekerja. Sebagai layaknya dunia materi yang kita tinggali saat ini, mengukur dengan uang bisa saja dilakukan. Bukan karena berpikir dan berlaku bak penganut aliran materialis, tapi semata karena barometer tersederhana adalah uang, materi.

Jadi mari bekerja keras, sekuat tenaga kita, sebagai wujud dari syukur kita kepada Allah. Sebagai bagian dari ibadah.
Biarkan uang mengalir sebagai pengukurnya. Biarkan pula uang melimpah di tangan kita. Selama kita bekerja, itu hal yang biasa.
(Kecuali jika uang mengalir tanpa ada kerja! Naudzubillah…)

Kita makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.
Jadi, kita punya uang karena bekerja, bukan sebaliknya 🙂

http://www.dbc-network.biz/?id=junizar

Yang Penting Selalu Siap akan Sebab-Akibat

Pernah kan liat orang yang kalo dilarang malah makin jadi?

Mmm mungkin juga karna CARA ngelarangnya yang ga pas, makanya orang jadi OGAH nurut.
Atw, karna emang ga suka sama yang ngelarang, jadi malah memicu DEMO.

Tapi memang pada dasarnya, semakin ada ‘larangan’, orang akan semakin PENASARAN. Ada ‘godaan’ tuk malah nge’bongkar’…

Temptation, alias godaan itu, mungkin bisa aja dilakoni. Asal terkendali.
Artinya, menyalurkan rasa penasaran tadi dengan kesadaran penuh, sehingga bila terjadi sesuatu di KEMUDIAN HARI, diri sendiri sudah (sangat) SIAP menghadapi.

#teorisaya

Image

Tentang Kepercayaan

Ga ada yang gratis, semua butuh perjuangan tuk mendapatkan. Supaya setelah mendapat, ada kemauan kuat tuk mempertahankan, bila perlu meningkatkan (kualitas).

Jika gratis, ada kecenderungan mengabaikan. Hampir bisa dipastikan itu.

TRUST, kepercayaan, adalah salah satunya…

Ucapkan…

Subhanallah
Alhamdulillah
Laa illaaha illallah
Allahu akbar

#dzikir

Image

View on Path

Kehilangan suami memang bukan hal yang mudah. Tapi Allah menitipkan kepada kita ANAK-ANAK. Bukan suami. Jadi itu yang akan saya pilih. 🙏

http://m.liputan6.com/citizen6/read/3189441/kalau-kebakaran-pilih-selamatkan-anak-atau-suami?utm_source=BBM&utm_medium=Post&utm_campaign=BBMcitizen6

View on Path

View on Path

Nyammmmmmm… 🤤🤤🤤

https://pinterest.com/pin/554857616577037181/?source_app=android

View on Path

View on Path

Ada yang sudah baca? Bagus?

https://www.gadis.co.id/Try-It/cruel-crown-menyajikan-dua-cerita-prekuel-dalam-satu-novel

View on Path

View on Path

Previous Older Entries

%d bloggers like this: