Jujur saja…

Jujur saja, saya itu aslinya gaptek.

Lebih para lagi, saya sudah nyaman dengan ke-gaptek-an itu. Ogah belajar.

Karena memang tidak (tepatnya belum) merasa ada pentingnya “sembuh” dari gaptek. Secara, saya cuma ibu rumah tangga biasa. Yang dari hari ke hari ketemunya tembok (hahaha…).

Aktivitas sehari-hari cuma terbatas yang rutin. Bebersih dan bebenah rumah, dari depan ke belakang, samping kanan ke kiri, bawah ke atas…

Dan urus suami dan anak-anak, Makanan, pakaian, sampai ke menemani. Ya urusan belajar, main, atau sekedar mengobrol.

 

Saya lupa, bahwa ibu rumah tangga itu bukan sesuatu yang “biasa”!

Justru, itu adalah status istimewa. Bergengsi. Tingkat tinggi. Kalangan “atas”.

Sebuah pekerjaan yang mulia. Gajinya saja diturunkan langsung dari Tuhan. 🙂

 

Berarti sama sekali tidak betul memperlakukan pekerjaan ibu rumah tangga itu alakadarnya.

Harus dipenuhi dengan muatan cerdas, kreatif, dan up-to-date, mengikuti perkembangan zaman. Termasuk soal gaptek tadi.

 

Saya sudah dengan sengaja melewatkan peluang (emas) dengan membiarkan diri berlama-lama merasa nyaman berstatus gaptek dan ogah belajar!

Harus diperbaiki… dan alhamdulillah sudah. 😀

Setidaknya, sudah dalam proses menuju “cartek” (hehe… lawannya gaptek itu… cartek, lancar teknologi…)

 

Memaksa diri berkenalan dengan internet, dengan social media, bahkan dengan bisnis.

Bisnis yang dikerjakannya lebih banyak secara online, yaitu dengan mengoptimalkan social media. Social media marketing tepatnya.

 

Bukan semata “bisnis online” lho ya. Bukan juga macam online shop dsb.

Ini bisnis direct selling dan multilevel marketing, yang dikerjakannya secara online. Ada online support dari jaringan distributor tempat saya bergabung.

Nama bisnisnya Oriflame, nama jaringan distributornya d’BCN (de Business Chain Network).

 

Praktis, sekarang saya menuju cartek.

Alhamdulillah, lebih bisa mengikuti perkembangan zaman. Jadi lebih terbuka akan informasi-informasi. Lebih terhubung ke dunia. Sehingga bisa lebih banyak belajar dan tahu banyak hal.

Insya Allah bermanfaat bagi diri sendiri, bagi keluarga dan masyarakat luas. Menjadikan diri saya lebih bermakna dalam hidup, karena itu tadi, bisa bermanfaat buat orang lain…

 

Dan, karena ini ada sangkut-pautnya dengan bisnis, tentu ada penghasilan yang terlibat. 🙂

Alhamdulillah (lagi), saya sekarang adalah ibu rumah tangga yang berpenghasilan!

Senangnya…

 

Online Menghasilkan 1

 

http://dinishanti.com/gambar-infografis-dan-tipografi-gratis/?id=junizar&s1=wordpress

StoryTelling

If you can’t tell it, you can’t sell it.”

Itu kata Peter Guber, Founder & CEO Mandalay Entertainment, bisnis besar yang bergerak di bidang perfilman, televisi, acara hiburan & olah raga, dan media digital.

Salah 1 film hit-nya adalah Batman.

Juga pemegang franchise NBA Golden State Warriors & Los Angeles Dodgers.

Juga menjadi pengisi acara mingguan di tv untuk Fox Business News, sebagai analis media & hiburan.

Pendek kata, dia orang SUKSES & terkenal!

Dengan KUNCI sukses utama yaitu (purposeful) storytelling. Bercerita. Untuk meMOTIVASI, menarik PERHATIAN, membentuk OPINI, menjalin HUBUNGAN, hingga akhirnya berhasil menJUAL produk berikut layanan-layanan yang ditawarkan bisnis kepada para pelanggan.

 

Storytelling

Di tangan pebisnis, mempunyai ‘kekuatan’ menarik perhatian pelanggan hingga mampu melariskan produk berikut aneka layanan yang ditawarkan, LEBIH BAIK.

Storytelling yang baik dapat membangun REPUTASI bisnis yang baik pula.

Pelanggan, tanpa disadari, diarahkan tuk jadi LOYAL, bahkan sebagai media tuk memperbanyak pelanggan.

Selain itu, pebisnis jadi bisa lebih TERPACU untuk lebih giat lagi berKREASI. Baik dalam hal ‘bercerita’-nya sendiri maupun yang langsung berkenaan dengan produk.

Jadi inspiration for a product you create to sell. Begitu kurang lebih bahasa kerennya 😀

 

(Sumber: www.gkic.com/infosummit)

 

 

——

 

Bisnis, apapun bentuknya, pasti ada aktivitas berJUALANnya.

Jika dulu, sebelum dunia IT jadi secanggih sekarang, saat hampir semua orang menggunakan internet, aktivitas berjualan masih terbatas secara OFFLINE. Model-model tempat bisnis berbentuk bangunan fisik seperti kantor & toko masih jadi lokasi utama terpusatnya aktivitas bisnis. Baik bagi pelaku maupun pelanggan.

Sekarang, dengan adanya internet, ada pilihan lokasi lain, yaitu ONLINE. Zonanya beraneka. Bisa di facebook, di twitter, blog, pinterest dlsb.

Bisnis online maupun offline, jika ingin sukses seperti Peter Guber, ya harus ada sentuhan storytelling-nya. Bercerita langsung secara offline kepada pelanggan, atau melalui tulisan-tulisan di zona-zona online seperti di atas.

Artinya, setiap pebisnis harus PAHAM betul produk & layanan bisnis yang dia tawarkan. Jual HANYA barang-barang yang betul-betul dikuasai. Kandungan, manfaat, cara pakai… Termasuk kontraindikasi!

Paling SEDERHANA adalah dengan mengkonsumsi sendiri juga produk-produk bisnisnya. Memanfaatkan sendiri juga layanan-layanan bisnisnya.

Jangan berjualan dengan ‘semena-mena’!

Menawarkan ke mana-mana secara membabi-buta, semata-mata demi mengejar rupiah…

 

Ingat, pelanggan juga BUTUH diuntungkan.

Apa yang akan terjadi jika kebutuhan itu diabaikan oleh para pebisnis?

Jawab sendiri ya 🙂

Belanja Berhadiah, Jualan Berhadiah

Jelas, semua orang perlu MANDI kan ya. Berarti perlu punya SABUN, ODOL & SAMPO. Sabun mandi, sekarang ada yang bentuk batangan maupun cair, tinggal pilih. Ini pasti ada di kamar mandi.

Abis mandi, beberapa orang ada yang suka pake LOTION atau CREAM. Buat badan, buat muka, tangan, kaki… Biar kulit ga kering, tetap lembab & halus. Apalagi kalo sehari2 banyak berada di ruangan AC, atau bahkan langsung di bawah matahari.

Buat yang kerja di luar rumah, mestinya kudu tampil rapi kan. Harum juga. Perlu DANDAN gitu. Cewe2 pake BEDAK, LIPSTIK & PARFUM. Cowo… parfum doang biasanya, atau deo roll-on.

Itu… coba aja di-list, totalin rupiahnya. BELANJA deh… Di Oriflame, khusus Juli 2014 ini, kalo nyampe 399 ribu rupiah, dapat GRATIS 1 set parfum mini Golden Collection namanya. Isi 3 botol. Cute & wangi!

Tapi kudu MEMBER dulu 😀
Kopi KTP & bayar 49900 aja tuh. Ga susah, ga ribet…
Kayak saya nih, member, trus belanja deh di Oriflame. Mengalihkan belanja bulanan. Hadiahnya seru (y) … yang kalo pun saya ga (sreg) pake sendiri ya saya JUAL (hehe). Lumayan kan, jadi dapat duit 😉
Atau, kadang saya jadiin GIFT. Kalo ada yang ultah gitu misalnya…

SERU deh pokoknya!
Yuk…

Kadang, NIAT saja ga cukup!

Siapa yang ga kepengen punya berat badan ideal? Yakin, orang yang gemuk atau kurus sangad pun, pasti sempat terlintas di pikirannya tuk bisa punya berat badan ideal. Termasuk saya 😀

Kata temen-temen sih, saya gemuk, meski ga gemuk-gemuk amat. Ga satupun di antara mereka yang bilang saya kurus. Tapi pssstt, benernya ada lho yang bilang saya ga gemuk. Biasa aja, gitu katanya. Maksudnya, dia mau nunjukkin bahwa berat badan saya standar, sama kayak kebanyakan orang di usia saya.

Tapi jujur aja, saya ga trus jadi lebar cuping idung dibilang ga gemuk. Karna, ga gemuk belum tentu berarti langsing, apalagi kurus #sadardiri

Makanya, saya sering niatin tuk usaha nurunin berat badan. Tapi ternyata, niat itu cuma niat-niatan, alias ga serius. Ketemu makanan ga enak, bisa tahan lapar. Giliran ketemu makanan enak, bisa tahan ga brenti makan hehe… Belum lagi kalo nyangkut urusan pikiran dan hati. Lagi sumpek, suntuk, gelisah, galau, bisa tahan lapar. Giliran lagi seneng…??!!!!

Herannya, kok ya saya ga pernah tertarik tuh nyoba-nyoba produk yang ditawarkan di pasaran. Dari yang dipasarkan secara bebas, sampe yang dari mulut ke mulut, dari yang jenis kimia-kimiaan, sampe ke herbal-herbalan… Ga tau juga, kenapa blas ga tertarik. Padahal jujur nih ya, saya paling doyan ngikutin iklan. Bagus-bagus gitu loh. Dan ga jarang juga, kemakan sama iklan. Meski ga trus jadi korban iklan banget sih #malu,ketauannoraknya

Kebetulannya, saya dulu dipertemukan sama temen yang gabung di bisnis Oriflame, salah 1 bisnis MLM dan direct selling yang berkembang di Indonesia. Kebetulannya juga, saya dulu pekerja jenis kantoran yang jam kerjanya praktis ga banyak kasih kesempatan buat jalan-jalan shopping di mall dsb. Kebetulannya lagi, saya aslinya ga gitu suka jalan-jalan ke mall kalo emang gada niatan shopping, alias nyari sesuatu. Jadinya, nyaris gada tuh agenda blanja-blenji di keseharian saya.

Sama temen saya itu, saya bisa blanja keperluan sehari-hari. Produk-produk Oriflame pastinya. Awalnya sih, blanja di dia atas pertimbangan praktis aja. Tapi alhamdulillah cocok, jadi ya lanjot 😀
Lalu, saya memutuskan tuk gabung di bisnis Oriflame juga. Dan paaass bersamaan dengan itu, Oriflame nge-launch produk NutriShake, minuman optimalisasi nutrisi yang bisa nurunin berat badan. Kebayang ga gimana reaksi saya? Yang sebelum-sebelumnya ga pernah tertarik sama produk ginian di pasaran, tiba-tiba di depan mata, di bisnis sendiri, ditawarin! Dengan pertimbangan super mantab, saya order, konsumsi sendiri, dan tawarin ke keluarga. Setelah sekian bulan, WOW! Berat badan saya juuuwauuhh lebih langsing loh!! Bisnis saya pun berkembang.

Awal tahun 2012 berat badan saya tercatat 77 kg, per Januari tahun berikutnya, alhamdulillah turun jadi 63 kg. Jadi sebulan turun berapa kg tuh…
Memaaangg saya juga gerak badan (sengaja ga nyebut olahraga, karna aslinya, ini lebih ke gerakkin badan biasa), dan ngurangin porsi makan. Tapi yang saya rasain gini lho. Kurangnya porsi makan itu bisa terjadi karna, paling utama niat yang kuat, sehingga memunculkan sugesti ke diri sendiri, bahwa ikhtiar saya ini akan BERHASIL. Trus, dengan mengkonsumsi NutriShake seperti yang dianjurkan, otomatis lho napsu makan lebih terkendali. Trusnya lagi, dengan konsumsi NutriShake secara rutin, stamina jadi lebih bagus, sehingga badan lebih terasa ringan tuk dibawa bergerak.

Makanya, sekarang bersyukuuur banget, ga lagi segemuk dulu. Karna, udah pasti badan jadi lebih enteng, ga terlalu berat akibat lemak bertebaran di mana-mana hehe.
Asiknya lagi, berat badan teteup segitu meski lagi ga NutriShake-an. Beneran.

http://ow.ly/oqeME

Posted from WordPress for BlackBerry.

Bonus Belanja

Konon, Nabi Muhammad saw adalah pedagang. Seorang pedagang ulung malah. Yang mampu menjalankan bisnis perdagangannya hingga sukses, untung besar, namun dengan cara-cara yang adil. Tidak sedikitpun mencurangi pembeli. Bila barang yang diperdagangkan berkualitas tertentu, disampaikan kepada calon pembeli demikian pula.

Dalam berdagang, tawar-menawar harga bisa saja terjadi, sejauh masih dalam batas kewajaran. Harga yang ditawarkan penjual maupun pembeli tidak berlebihan, pun tidak mengatasnamakan keuntungan pribadi. Selalu berorientasi pada bisnis yang menguntungkan kedua belah pihak.

Tidak jarang, untuk menunjukkan bagusnya kualitas pelayanan, penjual kerap memberikan bonus. Bisa berupa barang maupun uang. Pemberian bonus dalam bentuk uang misalnya melalui program diskon (potongan harga) dan membagikan voucher belanja (selembar tiket yang bisa ditukar dengan barang dengan harga tertentu). Sedangkan dalam bentuk barang misalnya dengan menambahkan jumlah ataupun jenis barang ke dalam keranjang belanja pembeli.

Apapun bentuk bonusnya, pastinya bertujuan agar bermanfaat bagi pembeli. Baik manfaat fisik, bahwa bonus dapat digunakan sebagai alat pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Maupun non-fisik, bahwa dengan diberikannya bonus tersebut, pembeli diharapkan akan termotivasi dan terinspirasi melakukan sesuatu yang jika saat ini direalisasikan, kelak bisa memenuhi lebih banyak kebutuhan dan keinginannya 🙂

Image

Nikmat Tiada Terperi: Sehat

Hidup di dunia fana sangat dekat dengan materi. Hampir semua hal yang terjadi dalam hidup bisa dikonversikan ke dalam perhitungan materi, ke dalam perbandingan untung dan rugi. Wujud kasarnya, apalagi kalau bukan uang.

Orang yang mengukur segala sesuatunya dengan uang dikenal dengan sebutan materialis. Matre bahasa gaulnya. Yaitu orang-orang yang menempatkan uang di atas segala-galanya. Ini jelas tidak benar. Karena memang uang bukanlah segalanya di dunia ini! Entah benar atau tidak arti sesungguhnya materialis seperti itu, yang pasti matre berkonotasi negatif.

Beda halnya dengan orang yang dengan sengaja bekerja untuk mendapatkan uang. Supaya ia bisa menafkahi keluarganya. Semakin banyak uang yang diperlukan, semakin keras pula ia harus bekerja. Ini wajib hukumnya. Karena memang manusia harus bekerja, harus berusaha mengubah nasibnya, tidak boleh bermalas-malasan dan bertopang dagu menunggu datangnya uang. Karena Allah tidak akan mengubah nasib seseorang bila ia sendiri tidak berusaha mengubahnya, betul?

Sebaiknya, usaha apapun yang dilakukan untuk mendapatkan uang, tidak semata-mata mengejar harta. Sebaiknya, usaha demikian disertai dengan manfaat. Baik itu manfaat untuk diri sendiri, keluarga, kerabat, teman-teman…, baik itu dalam hal pendidikan, kesehatan, agama… Kata kuncinya adalah manfaat! Percuma saja bila akhirnya suatu usaha/pekerjaan itu hanya untuk memperkaya diri. Karena, bukankah sebagian harta kekayaan kita adalah milik orang lain? Maka sebarkan manfaat dalam setiap usaha kita mencari uang 🙂

Bekerja dengan tujuan mencari uang, sekaligus menyebar manfaat, untuk diri sendiri dan orang lain, sungguh menjadikanku jatuh cinta kepada bisnisku yang sekarang ini…

http://www.dbcn-sehatberduit.com/?id=junizar

Bye Bye Gaptek!

Perkembangan dunia teknologi dan informasi sungguh sangat cepat. Demikian cepatnya, hingga saya, yang satu tahun lalu sama sekali nol pengetahuan tentang itu, di pertengahan tahun kedua ini sudah begitu menguasai sekian banyak pernak-pernik teknologi. Itupun masih belum seberapa, dibanding total keseluruhan penguasaan pengetahuan. Tapi buat saya, sudah sangat lebih dari cukup untuk bisa menyebut diri sendiri tidak ‘gaptek’ lagi. Bahkan, dengan beraninya, saya memutuskan untuk terjun ke bisnis yang aktivitasnya lebih dari 50% dijalankan secara online!

http://www.belajarbisnisonlinedinishanti.com/?id=junizar

 

Image

%d bloggers like this: