Bonus Belanja

Konon, Nabi Muhammad saw adalah pedagang. Seorang pedagang ulung malah. Yang mampu menjalankan bisnis perdagangannya hingga sukses, untung besar, namun dengan cara-cara yang adil. Tidak sedikitpun mencurangi pembeli. Bila barang yang diperdagangkan berkualitas tertentu, disampaikan kepada calon pembeli demikian pula.

Dalam berdagang, tawar-menawar harga bisa saja terjadi, sejauh masih dalam batas kewajaran. Harga yang ditawarkan penjual maupun pembeli tidak berlebihan, pun tidak mengatasnamakan keuntungan pribadi. Selalu berorientasi pada bisnis yang menguntungkan kedua belah pihak.

Tidak jarang, untuk menunjukkan bagusnya kualitas pelayanan, penjual kerap memberikan bonus. Bisa berupa barang maupun uang. Pemberian bonus dalam bentuk uang misalnya melalui program diskon (potongan harga) dan membagikan voucher belanja (selembar tiket yang bisa ditukar dengan barang dengan harga tertentu). Sedangkan dalam bentuk barang misalnya dengan menambahkan jumlah ataupun jenis barang ke dalam keranjang belanja pembeli.

Apapun bentuk bonusnya, pastinya bertujuan agar bermanfaat bagi pembeli. Baik manfaat fisik, bahwa bonus dapat digunakan sebagai alat pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Maupun non-fisik, bahwa dengan diberikannya bonus tersebut, pembeli diharapkan akan termotivasi dan terinspirasi melakukan sesuatu yang jika saat ini direalisasikan, kelak bisa memenuhi lebih banyak kebutuhan dan keinginannya 🙂

Advertisements

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: