‘Prestasi’ Balitaku

Semua benda di depan mata (hampir) bisa dijadikan mainan oleh anak-anak usia balita. Tak jarang, usia di atas balita pun demikian. Bagi si balita, segala sesuatunya masih bagaikan hal baru yang perlu dieksplorasi. Dari sekedar batu kerikil di pekarangan rumah, sampai ke perangkat teknologi canggih di meja kerja orang tuanya (hahaha).
 
Dengan sengaja atau tidak, bila kita ‘mengizinkan’ si balita menyibukkan diri dengan ‘penelitiannya’ atas sesuatu, bisa berarti kita membuka jalan baginya untuk berprestasi. Bukan prestasi dalam bentuk perolehan penghargaan dari sebuah institusi, seperti piagam dan sebagainya, tetapi lebih kepada prestasi mengembangkan keberanian dan percaya diri dalam memuaskan rasa ingin tahu dan menerapkan pengetahuan.
 
Bicara soal pengetahuan balita, tentu sama sekali bukan pengetahuan layaknya yang diajarkan di institusi-institusi pendidikan formal. Karena terhitung sejak masih dalam kandungan ibunya, setiap calon manusia sudah dibekali pengetahuan oleh Yang Maha Kuasa. Hingga masih terhitung usia balita pun, pengetahuan itu sudah ada, siap diterapkan, siap pula dibagikan. Bungsuku, balitaku, berkali-kali membuktikan kebenaran ‘teori’ itu. Foto berikut ini adalah salah 1 ‘temuannya’…
 
Image
 
“Aku mau ishi alel ke dalam botol. Tapi lubangnya kecil, jadi dawi kwan ka bisha masuk alelnya. Kebesawan. Jadi haus dawi gayung dulu. Kao alelnya uda penuh, nanti dia jatoh jadi kecil. Twus bau bisha masuk botol,” gitu penjelasannya (hihihi).
Advertisements

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: